Jumat, 15 Maret 2019

Autobiorafi Abraham Flexner


Nama   : Rifqi Amalul Arifin
NPM   : 16516393
Kelas   : 3PA10

Tokoh yang berpengaruh :
Abraham Flexner

         Sebagai anak imigran Yahudi Jerman, Flexner lahir pada 1866 di Louisville, Kentucky, anak keenam dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Moritz Flexner, adalah pedagang topi, dan ibunya, Esther Abraham, adalah penjahit. Dia adalah yang pertama di keluarganya yang menyelesaikan SMA dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Pada tahun 1886, pada usia 19, Flexner menyelesaikan gelar Sarjana Seni klasik di Universitas Johns Hopkins, di mana ia belajar hanya selama dua tahun. Pada tahun 1905, ia melanjutkan studi pascasarjana di bidang psikologi di Universitas Harvard, dan di Universitas Berlin.

Abraham adalah orang yang paling berpengaruh dalam melatih dokter baru, namun ia bukanlah dokter sama sekali. Flexner adalah seorang pendidik yang merupakan pendiri dan direktur sebuah Perguruan Tinggi Persiapan di Louisville, Kentucky. Pada tahun 1908, ia menerbitkan buku “The American College: A Criticism”, yang memuat saran dan kritik tentang bagaimana Perguruan Tinggi di Amerika Serikat harus diajari. Banyak orang menolaknya, mereka berpikir bahwa Flexner tidak tahu apa yang dia bicarakan. Tapi hal ini menarik perhatian Carnegie Foundation, yang menugaskan Flexner untuk melihat dan mempelajari 115 perguruan tinggi medis di Amerika Serikat dan Kanada.

Hasil studi Flexner tercantum dalam laporannya, yang memiliki efek besar pada bagaimana cara sekolah kedokteran berjalan. Salah satu perubahan besar yang dia sarankan adalah berhenti melakukan begitu banyak “ceramah pembelajaran” kepada  mahasiswa kedokteran dan untuk memberikan lebih banyak pengalaman praktik pada mereka. Dia juga merekomendasikan bahwa standar untuk masuk sekolah kedokteran harus ditingkatkan dan mereka harus menyingkirkan semua sekolah nirlaba (sekolah yang dibangun dengan tujuan mencari keuntungan). Pada akhirnya, mereka akhirnya mengadobsi semua sarannya, sehingga mampu menciptakan fondasi sekolah kedokteran modern. Flexner pun beranggapan bahwa banyak sekolah kedokteran yang berada dalam status tidak layak, dia merekomendasikan dua pertiga dari keseluruhan sekolah kedokteran untuk ditutup. Dalam 25 tahun, jumlah sekolah kedokteran menurun dari 155 menjadi 66.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar