Nama : Rifqi
Amalul Arifin
NPM :
16516393
Kelas : 3PA10
Tokoh yang berpengaruh :
Abraham
Flexner
Sebagai anak imigran Yahudi Jerman, Flexner lahir pada 1866 di Louisville, Kentucky, anak keenam dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Moritz Flexner, adalah pedagang topi, dan ibunya, Esther Abraham, adalah penjahit. Dia adalah yang pertama di keluarganya yang menyelesaikan SMA dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Pada tahun 1886, pada usia 19, Flexner menyelesaikan gelar Sarjana Seni klasik di Universitas Johns Hopkins, di mana ia belajar hanya selama dua tahun. Pada tahun 1905, ia melanjutkan studi pascasarjana di bidang psikologi di Universitas Harvard, dan di Universitas Berlin.
Abraham adalah
orang yang paling berpengaruh dalam melatih dokter baru, namun ia bukanlah
dokter sama sekali. Flexner adalah seorang pendidik yang merupakan pendiri dan
direktur sebuah Perguruan Tinggi Persiapan di Louisville, Kentucky. Pada tahun
1908, ia menerbitkan buku “The American College: A Criticism”, yang memuat
saran dan kritik tentang bagaimana Perguruan Tinggi di Amerika Serikat harus
diajari. Banyak orang menolaknya, mereka berpikir bahwa Flexner tidak tahu apa
yang dia bicarakan. Tapi hal ini menarik perhatian Carnegie Foundation, yang
menugaskan Flexner untuk melihat dan mempelajari 115 perguruan tinggi medis di
Amerika Serikat dan Kanada.
Hasil studi
Flexner tercantum dalam laporannya, yang memiliki efek besar pada bagaimana
cara sekolah kedokteran berjalan. Salah satu perubahan besar yang dia sarankan
adalah berhenti melakukan begitu banyak “ceramah pembelajaran” kepada
mahasiswa kedokteran dan untuk memberikan lebih banyak pengalaman praktik pada
mereka. Dia juga merekomendasikan bahwa standar untuk masuk sekolah kedokteran
harus ditingkatkan dan mereka harus menyingkirkan semua sekolah nirlaba
(sekolah yang dibangun dengan tujuan mencari keuntungan). Pada akhirnya, mereka
akhirnya mengadobsi semua sarannya, sehingga mampu menciptakan fondasi sekolah
kedokteran modern. Flexner pun beranggapan bahwa banyak sekolah kedokteran yang
berada dalam status tidak layak, dia merekomendasikan dua pertiga dari
keseluruhan sekolah kedokteran untuk ditutup. Dalam 25 tahun, jumlah sekolah
kedokteran menurun dari 155 menjadi 66.
Sumber :