Jumat, 01 November 2019

Sistem Informasi Psikologi


Nama  : Rifqi Amalul Arifin
Kelas   : 4PA10
NPM   : 16516393

ELEMEN, KARAKTERISTIK, DAN CONTOH SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI

Sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat kombinasi dari manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.

Elemen-elemen Sistem

Menurut Laudon & Laudon (dalam Sukoco 2007) secara umum, sebuah sistem yang ideal memiliki elemen sebagai berikut:

1.     Input

Aliran sistem dimulai oleh input dari beberapa jenis sumber daya. Di dalam area kerja, jenis input yang biasa dijumpai adalah data, informasi, dan material yang diperoleh baik dari dalam maupun luar organisasi

  1. Processing
Perubahan dari input menjadi output yang diinginkan dilakukan pada saat pemrosesan yang melibatkan metode dan prosedur dalam sistem biasanya aktivitas ini akan secara otomatis mengklasifikasikan, mengonversikan, menganalisis serta memperoleh kembali data atau informasi yang dibutuhkan

  1. Output
Setelah melalui pemrosesan, input akan menjadi output, berupa informasi pada sebuah kertas atau dokumen yang tersimpan secara elektronik.

4.     Feedback atau umpan balik

Pemberian umpan balik mutlak diperlukan oleh sebuah sistem, karena hal itu akan membantu organisasi untuk mengevaluasi dan memperbaiki sistem yang ada sekarang menjadi lebih baik lagi.

5.  Pengawasan

Pengawasan memiliki dimesi internal dan eksternal. Dimensi internal tersebut adalah kebijakan perusahaan dan prosedur sistem yang harus ditaati. Dimensi eksternal melibatkan negara, peraturan pemerintah, dan regulasi yang berdampak pada kebijakan sistem begitu juga etika, dan pertimbangan moral.


Karakteristik Sistem
Menurut Kusrini & Koniyo (2007) sistem mempunyai beberapa karakteristik atau sifat-sifat tertentu, antara lain:

  1. Komponen Sistem (Component)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang berinteraksi, yang saling bekerja sama membentuk suatu komponen sistem atau bagian-bagian dari sistem.

  1. Batasan Sistem (Boundary)
Merupakan daerah yang membatasi suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan kerjanya.

  1. Subsistem
Bagian-bagian dari sistem yang beraktivitas dan berinteraksi satu sama lain untuk mencapai tujuan dengan sasarannya masing-masing.

  1. Lingkungan Luar Sistem (Environment)
Suatu sistem yang ada di luar dari batas sistem yang dipengaruhi oleh operasi sistem.

  1. Penghubung Sistem (Interface)
Media penghubung antara suatu subsistem dengan subsistem lain. Adanya penghubung ini memungkinkan berbagai sumber mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lainnya.

  1. Masukan Sistem (Input)
Energi yang masuk ke dalam sistem, berupa perawatan dan sinyal. Masukan perawatan adalah energi yang dimasukan supaya sistem tersebut dapat berinteraksi.

  1. Keluaran Sistem (Output)
Hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

  1. Pengolahan Sistem (Process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan mengubah masukan menjadi keluaran.

  1. Sasaran Sistem (Object)
Tujuan yang ingin dicapai oleh sistem, akan dikatakan berhasil apabila mengenai sasaran atau tujuan.

Model Sistem Informasi Psikologi

            Perkembangan zaman pada saat ini juga menuntut berkembangnya teknologi. Perkembangan teknologi ini juga berdampak pada perkembangan pemeriksaan psikologi. Kini sudah banyak tes psikologi yang menggunakan manfaat dari kemajuan teknologi. Disini saya akan memberi contoh salah satu tes kepribadian yang menggunakan manfaat dari teknologi yaitu tes EPPS. Tes EPPS ini terdiri dari lima belas need yang merupakan manifestasi dari need yang dikemukakan oleh Murray, dan dipandang Edward sebagai variabel- variabel kepribadian yang diantaranya sebagai berikut (Sukardi Dewa Ketut, 1993: 4-8).

a. Achievement (Ach) atau berprestasi yaitu kebutuhan atau dorongan untuk berusaha mencapai hasil sebaik mungkin, melaksanakan tugas yang menurut keterampilan dan usaha, dikenal otoritasnya, mengerjakan tugas yang sangat berarti, mengerjakan pekerjaan yang rumit-rumit, dan ingin mengerjakan sesuatu lebih baik dari yang lain.

b. Deference (Def) atau hormat yaitu kebutuhan atau dorongan untuk mendapat pengaruh dari orang lain, menemukan apa yang diharapkan orang lain, mengikuti perintah dan apa yang diharapkan orang lain, memberikan hadiah kepada orang lain, memuji hasil pekerjaan orang lain, menerima kepemimpinan orang lain, membaca tentang orang-orang besar, menyesuaikan diripada kebiasaan dan menghindar dari yang tidak biasa, menyerahkan kepada orang lain untuk mengambil keputusan.

c. Order (Ord) atau teratur yaitu kebutuhan untuk memiliki pekerjaan tertulis tetap rapih dan teratur, membuat rencana sebelum memulai tugas yang sulit, menunjukkan keteraturan dalam berbagai hal, memelihara segala sesuatu tetap rapih dan teratur, memperinci pekerjaan secara teratur, menyimpan surat dan arsip berdasarkan sistem tertentu, makan dan minum secara teratur.

d. Exhibition (Exh) atau ekspedisi yaitu memperlihatkan diri agar menjadi pusat perhatian orang, menceritakan keberhasilan diri, menggunakan kata- kata yang tidak dipahami orang lain, bertanya yang tidak akan terjawab orang lain, membicarakan pengalaman diri yang membahayakan, menceritakan hal-hal yang menggelikan

e. Autonomy (Aut) atau otonomi, yaitu kebutuhan atau dorongan untuk menyatakan kebebasan diri untuk berbuat apapun atau mengatakan apapun, bebas mengambil keputusan, melakukan sesuatu yang tidak biasa dilakukan orang lain, menghindari situasi yang menuntut penyesuaian diri, melakukan sesuatu tanpa menghargai pendapat orang lain, dan menghindari tanggung jawab.

f. Affiliations (Aff) atau afiliasi yaitu setia kawan, berpartisipasi dalam kelompok kawan, mengerjakan sesuatu untuk kawan, membentuk persahabatan baru, membuat kawan sebanyak mungkin, mengerjakan, pekerjaan bersama-sama, akrab dengan kawan, menulis surat persahabatan.

g. Intraception (Int) atau intrasepsi yaitu menganalisis motif dan perasaan sendiri, mengamati orang lain untuk memahami bagaimana perasaan orang lain, menempatkan diri ditempat orang lain, menilai orang lain dengan mencoba memahami latar belakang tingkah lakunya dan bukan apa yang dilakukannya, menganalisa perilaku orang lain, menganalisa motif-motif perilaku orang lain, dan meramalkan apa yang bakal dilakukan orang lain.

h. Succorance (Suc) atau berlindung yaitu mengharapkan bantuan orang lain apabila mendapat kesulitan, mencari dukungan dari orang lain, mengharapkan orang lain berbaik hati kepadanya, mengharapkan simpati dari orang lain, dan memahami masalah pribadinya, menerima belai kasih sayang orang lain, mengharapkan bantuan orang lain di saat dirinya tertekan, mengharapkan maaf dari orang lain apabila dirinya sakit.

i. Dominance (Dom) atau dominan yaitu membantah pendapat orang lain, ingin menjadi pemimpin kelompoknya, ingin dipandang sebagai pemimpin orang lain, ingin selalu terpilih sebagai pemimpin, mengambil keputusan dengan mengatasnamakan kelompok, menetapkan persetujuan secara sepihak, membujuk dan mempengaruhi orang lain agar mau mengerjakan yang ia inginkan, mengawasi dan mengarahkan kegiatan yang lain, mendikte apa yang harus dikerjakan orang lain.

j. Abasement (Aba) atau merendah, yaitu kebutuhan atau dorongan untuk merasa berdosa apabila berbuat keliru, menerima cercaan atau selaan orang lain, merasa perlu mendapat hukuman apabila berbuat keliru, merasa lebih baik menghindar dari perkelahian, merasa lebih baik menyatakan pengakuan akan kekeliruannya, merasa rendah diri dalam berhadapan dengan orang lain.

k. Nurturance (Nur) atau memberi bantuan, yaitu kebutuhan atau dorongan untuk senang menolong kawan yang kesulitan, membantu yang kurang beruntung, memperlakukan orang lain dengan baik dan simpatik, memaafkan orang lain, menyenangkan orang lain, berbaik hati kepada orang lain, memberikan rasa simpatik kepada yang terluka atau sakit, memperlihatkan kasih sayang kepada orang lain.

l. Change (Chg) atau perubahan, yaitu kebutuhan atau dorongan untuk menggarap hal-hal yang baru, berkelana, menemui kawan baru, mengalami peristiwa baru dan berubah dari pekerjaan yang rutin, makan di tempat yang berbeda-beda, mencoba berbagai jenis pekerjaan, senang berpindah-pindah tempat, berpartisipasi dalam kebiasaan baru.

m. Endurance (End) atau ketekunan, yaitu kebutuhan atau dorongan untuk terpaku pada suatu pekerjaan hingga selesai, merampungkan pekerjaan yang telah dipegangnya, bekerja keras pada suatu tugas tertentu, terpaku pada penyelesaian masalah atau teka-teki, terpaku pada suatu pekerjaan dan tidak akan diganti sebelum selesai, tidur larut malam untuk menyelesaikan pekerjaan yang dihadapinya, tekun menghadapi pekerjaan tanpa menyimpang, menghindari segala yang dapat menyimpangkannya dari tugas.

n. Heterosexuality (Het) atau heteroseksualitas, yaitu kebutuhan atau dorongan untuk bepergian dengan kelompok yang berlawanan jenis kelamin, melibatkan diri dalam kegiatan sosial yang berlawanan jenis kelamin, jatuh cinta pada jenis kelamin lain, mengagumi bentuk tubuh jenis kelamin lain, berpartisipasi dalam diskusi tentang seks, membaca buku dan bermain yang melibatkan masalah seks, mendengarkan atau menyampaikan cerita lucu tentang seks.

o. Aggression (Agg) atau agresi, yaitu kebutuhan atau dorongan untuk menyerang pandangan yang berbeda, menyampaikan pendangannya tentang jalan pikiran orang lain, mengecam orang lain secara terbuka, mempermainkan orang lain, melukai perasaan orang lain, membaca surat kabar tentang perkosaan.

Untuk menguji consistency jawaban, Edwards menyediakan items ganda. Inventorynya terdiri dari 225 pasang pernyataan, 15 pasang pernyataan merupakan pernyataan ulang yang identik untuk mengukur consistency. Untuk mengukur stabilitas profil yang diperoleh, dapat dihitung korelasinya dengan menggunakan pernyataan genap ganjil (Anastasi, 1961; dalam Dahlan M. Djawad, 1982: 112).







Sumber

Kusrini, & Koniyo, A. (2007). Tuntunan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server. Yogyakarta: Andi.
Sukoco, B. M. (2007). Manajemen Administrasi Perkantoran Modern. Jakarta: Erlangga.
Dahlan, M. Djawad. (1982). Ciri-ciri Kepribadian Siswa SPG Negeri di Jawa Barat Dikaitkan dengan SikapnyaTerhadap Jabatan Guru. Disertasi pada PPS IKIP Bandung. Tidak diterbitkan.
Sukardi, Dewa Ketut. (1993). Analisis Inventori Minat dan Kepribadian. Jakarta : PT Rineka Cipta.



Senin, 14 Oktober 2019

Sistem Informasi Psikologi


NAMA            : Rifqi Amalul Arifin
NPM               : 16516393
KELAS           : 4PA10

SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
1.     Pengertian Sistem
Lani Sidharta (1995), Sistem adalah himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama mencapai tujuan-tujuan yang sama.
Murdick (1997), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
Poerwadarminta (2003) sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berupa alat dan lain sebagainya, yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan tertentu.
Jogiyanto (2005), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Sistem menurut McLeod yang dikutip (2010) dalam bukunya yang berjudul “Management Information System” adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mencapai tujuan.
Dari beberapa tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan menjadi sebuah kesatuan untuk mencapai tujuan yang sama.
2.     Pengertian Informasi
Selain itu, menurut Bodnar & Hopwood (2000) informasi merupakan data yang diolah sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan yang tepat dan benar.
Menurut Jogiyanto (2005), informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
Menurut Andri Kristanto (2008), informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima.
Begitu pula menurut Sutabri (2012) informasi adalah data yang diolah dan diinterpretasikan untuk mengambil sebuah keputusan.
Menurut Romney dan Steinbart (2014) bahwa informasi (information) adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan. Sebagaimana perannya, pengguna membuat keputusan yang lebih baik sebagai kuantitas dan kualitas dari peningkatan informasi.
Dari definisi tokoh di atas dapat disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan data atau fakta yang telah diproses dan dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang mudah dimengerti dan bermanfaat bagi penerimanya.
3.     Pengertian Psikologi
Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
Menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebgainya, sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan dan lain sebagainya.

Walgito (2003), menyatakan bahwa psikologi merupakan ilmu yang membicarakan tentang jiwa, dimana yang diobservasi adalah perilaku atau aktivitas-aktivitas yang merupakan manifestasi atau penjelmaan kehidupan jiwa itu.
Clifford T. Morgan (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
Sedangkan Gardner Murphy (dalam Sarwono, 2009) berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.
Dari definisi tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang tidak disadari.
4.     Pengertian Sistem Informasi Psikologi
Berdasarkan pengertian istilah-istilah diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat kombinasi dari manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku manusia sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.


SUMBER
Bodnar, G. H., & Hopwood, W. S. (2000). Sistem informasi akutansi, terjemahan Amir Abadi Jusuf, Rudi M. Tambunan. Jakarta: Salemba Empat

Dakir. 1993. Dasar-Dasar Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jogiyanto. (2005). Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan Praktik Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: ANDI

Kristanto, A. (2008). Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya. Yogyakarta: Gava Media

McLeod, R. (2010). Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Salemba Empat

Muhibbinsyah. 2001. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Murdick, R.G., Ross, J.E., Claggett, J.R. (1997). Sistem Informasi untuk Manajemen Modern. Jakarta: Erlangga

Poerwadarminta, W.J.S. (2003). Kamus umum bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka

Romney, M.B., Steinbart, P.J. (2014). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba Empat

Sarwono, S. W. (2009). Pengantar psikologi umum. Jakarta: Rajawali Pers

Sidharta, L. (1995). Sistem Informasi Bisnis: Pengantar Sistem Informasi Bisnis. Jakarta: Elex Media Komputindo

Sutabri, T. (2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi

Walgito, B. (2003). Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: ANDI.



Jumat, 15 Maret 2019

Autobiorafi Abraham Flexner


Nama   : Rifqi Amalul Arifin
NPM   : 16516393
Kelas   : 3PA10

Tokoh yang berpengaruh :
Abraham Flexner

         Sebagai anak imigran Yahudi Jerman, Flexner lahir pada 1866 di Louisville, Kentucky, anak keenam dari sembilan bersaudara. Ayahnya, Moritz Flexner, adalah pedagang topi, dan ibunya, Esther Abraham, adalah penjahit. Dia adalah yang pertama di keluarganya yang menyelesaikan SMA dan melanjutkan ke perguruan tinggi. Pada tahun 1886, pada usia 19, Flexner menyelesaikan gelar Sarjana Seni klasik di Universitas Johns Hopkins, di mana ia belajar hanya selama dua tahun. Pada tahun 1905, ia melanjutkan studi pascasarjana di bidang psikologi di Universitas Harvard, dan di Universitas Berlin.

Abraham adalah orang yang paling berpengaruh dalam melatih dokter baru, namun ia bukanlah dokter sama sekali. Flexner adalah seorang pendidik yang merupakan pendiri dan direktur sebuah Perguruan Tinggi Persiapan di Louisville, Kentucky. Pada tahun 1908, ia menerbitkan buku “The American College: A Criticism”, yang memuat saran dan kritik tentang bagaimana Perguruan Tinggi di Amerika Serikat harus diajari. Banyak orang menolaknya, mereka berpikir bahwa Flexner tidak tahu apa yang dia bicarakan. Tapi hal ini menarik perhatian Carnegie Foundation, yang menugaskan Flexner untuk melihat dan mempelajari 115 perguruan tinggi medis di Amerika Serikat dan Kanada.

Hasil studi Flexner tercantum dalam laporannya, yang memiliki efek besar pada bagaimana cara sekolah kedokteran berjalan. Salah satu perubahan besar yang dia sarankan adalah berhenti melakukan begitu banyak “ceramah pembelajaran” kepada  mahasiswa kedokteran dan untuk memberikan lebih banyak pengalaman praktik pada mereka. Dia juga merekomendasikan bahwa standar untuk masuk sekolah kedokteran harus ditingkatkan dan mereka harus menyingkirkan semua sekolah nirlaba (sekolah yang dibangun dengan tujuan mencari keuntungan). Pada akhirnya, mereka akhirnya mengadobsi semua sarannya, sehingga mampu menciptakan fondasi sekolah kedokteran modern. Flexner pun beranggapan bahwa banyak sekolah kedokteran yang berada dalam status tidak layak, dia merekomendasikan dua pertiga dari keseluruhan sekolah kedokteran untuk ditutup. Dalam 25 tahun, jumlah sekolah kedokteran menurun dari 155 menjadi 66.

Sumber :