NAMA : Rifqi Amalul Arifin
NPM : 16516393
KELAS : 4PA10
SISTEM
INFORMASI PSIKOLOGI
1. Pengertian
Sistem
Lani Sidharta (1995), Sistem adalah
himpunan dari bagian-bagian yang saling berhubungan, yang secara bersama
mencapai tujuan-tujuan yang sama.
Murdick
(1997), Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau
prosedur-prosedur atau bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian
atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan/atau barang pada waktu
rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi dan/atau energi dan/atau barang.
Poerwadarminta
(2003) sistem adalah sekelompok bagian-bagian yang berupa alat dan lain
sebagainya, yang bekerja sama untuk melaksanakan tujuan tertentu.
Jogiyanto
(2005), Sistem adalah kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk
mencapai suatu tujuan tertentu. Sistem ini menggambarkan suatu
kejadian-kejadian dan kesatuan yang nyata, seperti tempat, benda dan
orang-orang yang betul-betul ada dan terjadi.
Sistem
menurut McLeod yang dikutip (2010) dalam bukunya yang berjudul “Management
Information System” adalah sekelompok elemen-elemen yang terintegrasi
dengan maksud yang sama untuk mencapai tujuan.
Dari beberapa tokoh di atas dapat
disimpulkan bahwa sistem adalah sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan
menjadi sebuah kesatuan untuk mencapai tujuan yang sama.
2. Pengertian
Informasi
Selain
itu, menurut Bodnar & Hopwood (2000) informasi merupakan data yang diolah
sedemikian rupa sehingga bisa dijadikan dasar dalam mengambil sebuah keputusan
yang tepat dan benar.
Menurut Jogiyanto (2005), informasi adalah data yang
diolah menjadi bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang
menerimanya.
Menurut
Andri Kristanto (2008), informasi merupakan kumpulan data yang diolah menjadi
bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi yang menerima.
Begitu
pula menurut Sutabri (2012) informasi adalah data yang diolah dan
diinterpretasikan untuk mengambil sebuah keputusan.
Menurut
Romney dan Steinbart (2014) bahwa informasi (information) adalah data
yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses
pengambilan keputusan. Sebagaimana perannya, pengguna membuat keputusan yang
lebih baik sebagai kuantitas dan kualitas dari peningkatan informasi.
Dari definisi tokoh di atas dapat
disimpulkan bahwa informasi adalah sekumpulan data atau fakta yang telah
diproses dan dikelola sedemikian rupa sehingga menjadi sesuatu yang mudah
dimengerti dan bermanfaat bagi penerimanya.
3. Pengertian
Psikologi
Menurut Dakir (1993), psikologi membahas tingkah laku
manusia dalam hubungannya dengan lingkungannya.
Menurut Muhibbin Syah (2001), psikologi
adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku terbuka dan tertutup pada
manusia baik selaku individu maupun kelompok, dalam hubungannya dengan
lingkungan. Tingkah laku terbuka adalah tingkah laku yang bersifat psikomotor
yang meliputi perbuatan berbicara, duduk, berjalan dan lain sebgainya,
sedangkan tingkah laku tertutup meliputi berfikir, berkeyakinan, berperasaan
dan lain sebagainya.
Walgito (2003), menyatakan bahwa psikologi merupakan
ilmu yang membicarakan tentang jiwa, dimana yang diobservasi adalah perilaku
atau aktivitas-aktivitas yang merupakan manifestasi atau penjelmaan kehidupan
jiwa itu.
Clifford T. Morgan (dalam Sarwono, 2009) berpendapat
bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dan hewan.
Sedangkan Gardner Murphy (dalam Sarwono, 2009)
berpendapat bahwa psikologi adalah ilmu yang mempelajari respons yang diberikan
oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.
Dari
definisi tokoh diatas dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu
pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun
dalam hubungannya dengan lingkungannya. Tingkah laku tersebut berupa tingkah
laku yang tampak maupun tidak tampak, tingkah laku yang disadari maupun yang
tidak disadari.
4. Pengertian
Sistem Informasi Psikologi
Berdasarkan
pengertian istilah-istilah diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem
informasi psikologi adalah suatu sistem yang didalamnya terdapat kombinasi dari
manusia dan teknologi yang dimaksudkan mengolah data mengenai perilaku manusia
sehingga menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk tujuan tertentu.
SUMBER
Bodnar, G. H.,
& Hopwood, W. S. (2000). Sistem informasi akutansi, terjemahan
Amir Abadi Jusuf, Rudi M. Tambunan. Jakarta: Salemba Empat
Dakir. 1993. Dasar-Dasar Psikologi.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Jogiyanto. (2005).
Analisis & Desain Sistem Informasi: Pendekatan Terstruktur Teori dan
Praktik Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: ANDI
Kristanto, A.
(2008). Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya. Yogyakarta: Gava
Media
McLeod, R. (2010). Sistem Informasi
Manajemen. Jakarta: Salemba Empat
Muhibbinsyah. 2001. Psikologi
Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Murdick, R.G.,
Ross, J.E., Claggett, J.R. (1997). Sistem Informasi untuk Manajemen Modern.
Jakarta: Erlangga
Poerwadarminta,
W.J.S. (2003). Kamus umum bahasa indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Romney, M.B.,
Steinbart, P.J. (2014). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba
Empat
Sarwono, S. W.
(2009). Pengantar psikologi umum. Jakarta: Rajawali Pers
Sidharta, L.
(1995). Sistem Informasi Bisnis: Pengantar Sistem Informasi Bisnis.
Jakarta: Elex Media Komputindo
Sutabri, T.
(2012). Analisis sistem informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi
Walgito, B. (2003). Pengantar
Psikologi Umum. Yogyakarta: ANDI.